BiarTauAja : Mengenal Kembali Sejarah Blue Jeans, Levi’s

1424917007310591364

Mengenal Kembali Sejarah Blue Jeans, Levi’s

1424917007310591364

Siapa yang tidak kenal celana jeans merek Levi’s, dimana celana merek ini begitu booming di dunia dan di Indonesia dimulai pada tahun 1980 an sampai dengan sekarang.

Celana jeans merek Levi’s begitu tren di Indonesia dan dipergunakan oleh segala umur baik tua maupun muda, baik pria dan wanita begitu banyak meminatinya. Bahkan saya adalah penggemar celana jeans merek Levi’s ini sejak tahun 1987 sampai dengan sekarang, sehingga saya sangat mengoleksinya.

Untuk itu saya sangat ingin menulis sejarah mengenai penciptanya dan bagaimana pabrik celana Levi’s ini berdiri dan begitu tenar sampai dengan saat ini. Dan penciptanya memiliki banyak filosofi-filosofi bisnis yang sangat saya sukai.

Imigran Dari Jerman

Hirch Strauss adalah seorang pedagang keliling yang menjajakan rempah-rempah keluar-masuk kampung di Jerman. Kadangkala dia juga sebagai pengembala sapi, jika lagi tidak ada kerjaan untuk menjual rempah-rempah, serta juga sebagai buruh upahan untuk mengerjakan lahan pertanian orang lain. Kehidupannya sangat miskin, sehingga dia merasa kehidupannya tidak berkembang dengan keadaan seperti ini, sehingga dalam dirinya timbul pernyataan, ” Saya harus mengubah nasib dan perubahan itu dimulai dari diriku sendiri.”

Istrinya adalah seorang tukang jahit, maka pada suatu saat dia mengajak istrinya untuk mengubah pekerjaannya menjadi tukang jahit. Dengan sedikit keahlian istrinya serta bantuannya mereka membuat usaha penjahit dengan pernyataan dalam hatinya, ” Semua berawal dari yang sederhana, yang utama adalah semangat dan tekad.” Maka dalam beberapa bulan usaha mereka berjalan dengan baik dan mereka memiliki pelanggan yang mulai banyak. Dengan pernyataan ” Kemauan itu dapat menciptakan peluang.” mereka berhasil membuat usaha yang baru yang pada saat itu masih jarang dikerjakan oleh orang-orang di desa mereka.

Isteri Hirch Strauss melahirkan anak keduanya seorang laki-laki yang bernama Levi Strauss atau dengan nama panggilan yang di berikan oleh mereka sebagai Loeb, pada 26 Februari 1892. Sedangkan anak pertama mereka adalah Fanny seorang gadis yang sangat periang dan senang membantu orang tuanya.

Hirch Strauss berharap, kalau Loeb sudah besar nanti akan melanjutkan usaha yang ditekuninya, karena hanya ilmu jahit-menjahit ini yang bisa dia berikan kepada anaknya dengan harapan nanti anaknya akan dapat berhasil menjalankan bisnis ini dan mudah-mudahan bisa menjadi lebih besar.

Loeb kecil orangnya adalah sangat ingin tahu, sehingga ada beberapa pertanyaan sering dia tanyakan kepada ayahnya Hirch Strauss seperti :

Siapa penemu mesin jahit pertama kali ? lalu ayahnya menjelaskan bahwa penemunya adalah Seorang penjahit dari Prancis bernama Barthelemy Thimonnier pada tahun 1829.

Siapa penemu mesin pintal otomatis pertama kali ? Lalu ayahnya menjawab, bahwa penemunya adalah James Hargreaves ( 1722-1778 ). Mesin ini bisa memintal sampai dengan 8 gulungan benang sekaligus dan pada saat akan dipatenkan, seseorang berusaha untuk membunuh penciptanya. Setelah itu ada penemu mesin pintal yang digerakkan oleh tenaga air dan hasilnya lebih baik. Mesin ini ditemukan oleh Richard Arkwight ( 1732-1792 ).

Hirch Strauss senang karena Loeb kecil sepertinya tertarik dengan dunia jahit menjahit dan dia bersemangat untuk semakin mengajari Loeb dalam hal jahit-menjahit dan bagaimana berbisnis.

Setelah berumur remaja, Loeb berniat mengurusi usaha jahit-menjahit orang tuannya, karena dia merasa ayahnya Hirch Strauss sudah sakit-sakitan yaitu sakit TBC ( Tubercolosis ) yang pada saat itu sangat berbahaya dan sangat susah obatnya dan dia berharap ayahnya untuk berhenti mengurus usaha penjahitan miliknya. Lalu Loeb melaksanakan tanggung jawab usaha ayahnya dengan menjalankan usaha itu sebaik – baiknya.

Lalu pada tahun 1845, Hirch strauss meninggal dunia dan ternyata semenjak ayahnya meninggal keadaan ekonomi mereka menjadi lebih tidak baik. Sehingga 2 tahun setelah ayahnya meninggal, dia mengajak ibunya untuk hijrah dan pindah ke Amerika, karena kakak perempuan Loeb sudah terlebih dahulu hijrah ke Amerika dan telah menikah di sana.

Hijrah Ke Amerika

Pada tahun 1847, mereka hijrah ke Amerika yaitu ke New York dengan prinsip dalam hati Loeb adalah, Prestasi besar dapat diraih, walaupun oleh orang biasa. Kuncinya mereka mau bekerja keras dan tidak pernah putus asa.” Walaupun dalam hati Loeb ada sedikit kegelisahan, bagaimana nanti di Amerika, tetapi dia tetap semangat dan optimis untuk memperoleh keberhasilan. Dalam hatinya ada perkataan, ” Aku harus mengisi hidup dengan keberanian, seandainya gagal, itu lebih terhormat daripada tidak melakukan apa-apa. Untuk berhasil aku harus mampu berjalan jauh dan membebaskan diri dari rasa takut yang membelenggu diriku.”

Sampai di Amerika, Loeb dan ibunya bergabung dengan saudara sepupunya yang sudah berbisnis di Amerika lebih dahulu. Selama ini, saudara seppupu Loeb menjual pakaian jadi, setelah mereka datang maka mereka membuat pakaian yang dijahit oleh ibunya dan Loeb dan menjualnya. Setelah itu usaha mereka sukses dan semakin banyak pembeli ke toko mereka, sehingga meningkatkan pendapatan usaha sepupu Loeb.

Tetapi Loeb merasa belum puas, karena bisnis ini bukan dimilikinya, maka dia mengutarakan pada ibunya untuk memiliki usaha sendiri. Hal ini membuat ibu Loeb senang, lalu ibunya menyarankan agar Loeb pergi ke tempat kakak kandungnya di San Fransisco, karena kata kakaknya prospek untuk menjual pakaian di sana sangat bagus dan di sana banyak penambang emas yang membutuhkan pakaian.

Lalu pada tahun 1853 pada usia 23 tahun, Loeb ( Levi Strauss ) pergi berlayar ke San Fransisco untuk menggapai cita-citanya dan menemui kakak tertuanya. Levi Strauss bagaikan penjelajah besar yang berani mengorbankan nyawa, mengarungi samudra untuk menemukan daerah dan membuka tempat hidup baru.

Dalam perjalanan menuju San Fransisco, banyak halangan yang dihadapi kapal yang dinaikinya, dimana badai besar terjadi dan hampir menenggelamkan kapalnya. Untunglah kapal yang mereka tumpangi selamat sampai di San Fransisco dan berhasil menemui kakaknya. Dan Loeb tinggal di rumah kakanya yang sangat sederhana, lalu kakaknya bertanya pada Loeb,” Apa rencanamu selanjutnya di kota ini dik..?” Lalu Loeb menjawab,” Aku mau berdagang pakaian.” Rencana Loeb itu sangat didukung oleh kakak dan kakak iparnya dan mereka akan membantu usaha dagang Loeb tersebut. Loeb berencana besok pagi-pagi dia akan ke pasar untuk membeli bahan-bahan pakaian untuk dijual, maka ia pun cepat tidur dengan, lalu kakak iparnya berpikir dalam hatinya, ” Sukses dibentuk oleh prestasi masa lalu, dan saat ini secara tidak sadar Loeb sedang membangun jalan itu.”

Mereka yang meraih masa depan, adalah siapa yang keras hatinya, pekerja keras dan sangat percaya pada kemampuan dirinya. Maka pada pagi harinya, Loeb pergi untuk belanja ke pasar ditemani oleh kakak dan kakak iparnya. Kakak iparnya melihat bahwa Loeb sangat bersemangat sekali karena Semangat itu merupakan dasar dari keberhasilan seseorang.

Setelah berbelanja dan sampai di rumah mereka mempersiapkan pakaian-pakaian yang akan dibawa untuk dijual pada esok harinya. Pembagian tugas jualan dilakukan dimana kakak dan kakak ipar Loeb berjualan pakaian di pabrik dan Loeb sendiri berjualan di pertambangan emas.

Esoknya, Loeb bangun pagi dan pergi berjualan ke tambang emas dengan berjalan kaki sepanjang 10 km dari rumah kakaknya. Begitu sampai di pertambangan, lalu dia menggelar jualannya di dekat pintu masuk pertambangan, tetapi di marahin dan diusir oleh mandor penjaga yang juga mantan preman di daerah tersebut dan di pekerjakan sebagai pengamanan oleh perusahaan pertambangan tersebut. Lalu Loeb berpindah tempat dan agak menjauh dari tempat yang semula dan dilarang tersebut. Sambil menunggu karyawan pulang, Loeb tertidur pulas karena kelelahan berjalan. Pada saat sore hari, karyawan banyak yang keluar dan pulang melintasi tempat jualan si Loeb, lalu pada hari pertama tersebut banyak yang berminat dan membeli jualan Loeb. Setelah selesai berjualan, lalu mandor yang seram tadi menghampiri Loeb dan meminta baju kepada Loeb, lalu Loeb memberikan secara gratis.

Lalu dia pulang kerumah dan merasa senang karena banyak jualannya yang laku walaupun sering di palak oleh mandor, begitu juga kakaknya merasa senang, ada juga jualannya yang laku dan terjual, walaupun tidak sebanyak Loeb. Dalam tempo beberapa hari sudah banyak langganan Loeb, sehingga dia mengatakan kepada kakaknya, bahwa biar dia saja yang berjualan sedangkan kakaknya hanya bertugas membeli barang.

Kemudian pada suatu hari pada saat jualan di depan pertambangan emas seperti biasanya, Loeb dihampiri mandor yang biasa memalaknya, dengan mengambil beberapa buah baju. Loeb merasa takut dan dia sudah pasrah untuk memberikan gratis kepada mandor tersebut dengan harapan agar tetap diperbolehkan jualan. Tanpa disangka setelah mengambil beberapa potongan pakaian, mandor seram tersebut memberikan uang dan berkata,” Ini uang untuk pembayaran baju yang telah saya ambil padamau dalam beberapa hari ini..!!” Lalu Loeb menjawab, ” Tidak usah pak, saya ikhlas kog memberikan secara gratis kepada bapak.” lalu mandor tersebut berkata pada Loeb,” Saya dahulu adalah bekas preman yang paling ditakuti disini, sekarang saya sudah tobat dan telah dipekerjakan perusahaan untuk menjaga keamanan di pertambangan ini. Aku suka lihat anak muda pekerja keras sepertimu, lalu aku ceritakan mengenai yang aku lakukan terhadapmu kepada isteriku, setelah mendengar ceritaku, istriku menjadi marah besar kepadaku dan menyuruh aku untuk mencari kamu dan membayar semua pakaian yang telah saya ambil. Lalu aku tunggu dan kamu sudah beberapa hari tidak muncul, kukira kamu takut untuk jualan lagi karena sering aku ambil baju secara gratis. Tapi akhirnya kamu datang, maafkan saya ya, istriku pasti senang mendengar aku sudah ketemu kamu dan mebayar semua barang yang telah saya ambil.” Lalu Loeb berkata.” Sama-sama pak, saya ikhlas memberi itu.” Lalu mandor itu berkata,” Ikhlas atau takut..? walau demikian kamu boleh jualan di sini kapan saja serta di dekat pintu masuk dan kalau ada yang mengganggu bilang sama saya ya..!!” Lalu Loeb mengatakan, ” Terima kasih pak.”

Semenjak itu, semakin laris saja jualan si Loeb, membuat ekonomi mereka semakin membaik sehingga kakaknya sangat senang kepada Loeb. Lalu Loeb berpikiran untuk merancang pakaian dengan memesan penjahitnya saja, sehingga tidak hanya membeli dan menjual pakaian jadi. Selama ini banyak permintaan pakaian, tetapi tidak terpenuhi karena tidak adanya stok, maka Loeb berniat untuk bekerja sama dan mencari penjahit untuk menjadi rekanannya. Langkah pertama dan yang terpenting dalam meraih keinginan dalam hidup ini adalah putuskan apa yang kita inginkan.

Akhirnya Loeb ( Levi Strauss ), menemukan langganan penjahit di Nevada yang berjarak lebih kurang 350 km dari San Fransisco, lalu dia meluncur ke sana. Nama penjahit tersebut adalah Jacob Davis Tailor, dimana salah satu penjahit yang terbaik di Nevada. Bisnis adalah ibarat kereta, dia tidak akan bergerak, jika kita tidak memacunya hingga dapat berlari ke depan.

Pesanan Loeb atas penjahit Nevada tiba di rumah kakak Loeb, dan mulai berpikir gimana cara menjualnya, tetapi memang Loeb mempunyai semangat untuk maju dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, maka dia memutuskan untuk menjual pakaian kiriman tersebut dengan cara :

  • Menjual dan meletakkan pakaian ke toko-toko.
  • Dititipkan kepada penjual keliling agar mereka dapat membantu menjualnya.

Lebih baik melakukan pekerjaan kecil, daripada pekerjaan besar yang hanya direncanakan saja dan tidak pernah di eksekusi atau dilaksanakan. Loeb mulai menyebar pakiannya di seluruh San Fransisco dengan begitu giat dan penuh dengan kerja keras dalam mencapainya. Kerja keras tidak dapat digantikan oleh apapun dalam menggapai tujuan.

Pada suatu hari di pertambangan, pakaian yang digunakan oleh para penambang yang di jual oleh Loeb banyak mengalami kerusakan dan robek, sehingga para penambang tersebut marah kepada para penjual yang di gaji oleh Loeb. Sehingga terjadi penganiayaan yang dilakukan pekerja tambang terhadap penjual pakaian yang di gaji oleh Loeb tersebut. Maka seluruh penjual yang di gaji Loeb, melaporkan kejadian dan mereka tidak mau menjual pakaian Loeb dan takut akan dianiaya lagi. Atas kejadian tersebut banyak pakaian yang tersisa dan belum terjual, sehingga Loeb mengalami kerugian, karena para pekerja tambang tidak mau membeli pakaian yang di jual oleh anak buah Loeb.

Beberapa hari Loeb banyak berpikir dan lalu menyampaikan keluhan kepada penjahit Jacob Davis Taylor di Nevada. Tetapi beberapa hari kemudian, keluhan Loeb di terima oleh Jacob Davis Taylor, sehingga dia melakukan penelitian bahan pakaian apa yang kira-kira kuat untuk pekerja pertambangan sesuai dengan permintaan Loeb. Beberapa bulan kemudian, Loeb menerima surat dari pos dan isi surat menyatakan bahwa Jacob Davis Taylor menemukan bahan pakaian yang kuat dan cocok untuk dipergunakan para karyawan pertambangan, dan Loeb di suruh datang ke Nevada untuk melihat contoh bahan kain tersebut.

Loeb tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan ia langsung bergerak mengambil peluang itu. Lalu Jacob menjelaskan pada Loeb, bahwa celana tersebut terbuat dari Denim dan dilengkapi dengan pin tembaga disekeliling kantong agar tidak mudah lepas.

Denim adalah bahan kain yang sangat kuat seperti terpal dan pada saat itu pabriknya hanya ada di Genoa, Italia. Pada saat itu hanya ada dua warna pilihan, yaitu biru dan coklat. Proses pencelupan dengan warna biru, lebih murah daripada warna coklat. Bahan Denim ditemukan oleh orang Prancis yang bernama Serge De Nimes.

Lalu untuk mengurangi biaya, maka Loeb mengambil keputusan untuk mengambil bahan yang berwarna biru saja. Kerjasama antara Loeb dan Jacob ini mereka nyatakan untuk di patenkan lebih dahulu, agar orang lain tidak bisa mengklaim bahwa bahan tersebut milik mereka. Mereka bertemu untuk saling melengkapi, bukan untuk saling bersaing, dan tidak seorangpun dari mereka berdua yang merasa lebih penting daripada yang lainnya dan ini adalah prinsip dari kerjasama.

Beberapa bulan kemudian, hak paten mereka keluar dan disetujui atas nama dua orang yaitu Levi Strauss dan Jacob Davis. Lalu mereka mulai bekerja dan memesan bahan tersebut dari Genoa Italia. Pembuatan celana dengan:

  • Membuat gambar celana terlebih dahulu.
  • Membuat pola dari hasil gambaran celana yang telah dibuat terlebih dahulu.
  • lalu setelah pola dibuat, lalu di buat pada kain dan melakukan potongan kain sesuai dengan pola.
  • Kemudian lubang kancing dibuat dan kancing tembaga untuk mengancing celana dipasang.
  • Lalu dipasang pin-pin dari tembaga di kantong celana agar lebih kuat.
  • Lalu logo dipasang di belakang celana.
  • Celana digosok dengan batu apung, agar lebih lemas, enak dipakai dan tidak kaku seperti terpal.

Sejak tahun 1873 inilah, blue jeans mulai meluncur ke pasaran dan kenyataannya masyarakat menyambut dengan senang adanya celana dari bahan yang sangat kuat dan cocok dipakai untuk pekerjaan yang berat seperti di perusahaan pertambangan. Dimana-mana orang mempergunakan celana tersebut, hampir di seluruh San Fransisco hal ini mewabah dan menjadi trend dalam penggunaan celana blue jeans.

Hal ini, membuat senang Loeb karena blue jeans yang dia jual laku keras dan menjadi celana favorit pada saat itu. Pada suatu hari, karena terkenalnya blue jeans hasil karya Loeb, sebuah perusahaan pertambangan meminta dibuatkan 10.000 unit celana jeans untuk diberikan perusahaan tersebut pada karyawannya. Hal ini dilakukan perusahaan, karena seorang karyawannya pada saat bekerja dan menaiki tangga terjatuh, tetapi karena mempergunakan celana blue jeans, karyawan tersebut selamat dari kematian akibat kantong celana tersebut menyangkut di suatu besi dan tidak sobek dan karyawan tersebut bergantungan.

Permintaan pabrik akan celana blue jeans, memutar otak Loeb, gimana cara memenuhi permintaan yang sangat besar tersebut. Lalu memunculkan ide oleh Loeb untuk mendirikan pabrik, tetapi dia bingung dari mana modalnya. Lalu dia mendapat ide untuk meminjam modal dari bos pertambangan tersebut agar dapat membuat pesanan celana tersebut. Ternyata permohonan Loeb untuk meminjam modal disetujui oleh bos pertambangan tersebut dan dia mendirikan dua pabrik di daerah Market Street dan Fremon Street – San Fransisco.

Tahun 1880, perusahaan memperoleh keuntungan sebesar US $ 2,4 juta dari penjualan celana Levi’s tersebut. Usaha Loeb berhasil untuk menciptakan produk celana blue jeans merek Levi’s yang sangat bermanfaat dan banyak dinikmati orang hingga pada saat ini. Ada beberapa pesan Loeb pada kita-kita yaitu:

  • Bekerja itu sangat membahagiakan jika dinikmati.
  • Semua bibit yang kita tanam, secara alamiah pasti akan berbuah dan yakinlah akan itu.
  • Inti dari keberhasilan adalah karena saya terus menekuni bidang yang telah saya kuasai sejak kecil.

Walaupun dahulu aku berasal dari keluarga yang amat miskin, tetapi aku selalu berpikir besar dan terus berusaha sampai akhirnya dapat menemukan jalan keluar. Jangan sekali-kali pernah mundur,sebelum tercapai tujuan kita.

Tidak ada yang mengalahkan suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus. Apapun yang kita impikan pada saatnya pasti menjadi nyata, asal dengan usaha dan kerja keras.

Pada September 1902, dalam usia 73 tahun, Loeb atau Levi Strauss meninggal dunia dan pada saat itu pabrik Levi Strauss sudah memiliki ribuan tenaga kerja. Seluruh bisnisnya dilanjutkan oleh para keponakannya. Prestasi terbaik manusia adalah, jika dia telah memberikan manfaat pada orang lain. Kehidupan Levi Strauss, secara tidak langsung sudah mempengaruhi perubahan dunia mode di bumi ini. Penjualan celana Levi’s sangat meningkat pesat dan Kunci sukses dari perusahaan Levi Strauss adalah ” Kekompakan dari seluruh karyawannya.” Dan ini merupakan pembinaan dari Levi Strauss dan tetap ditanamkan oleh ke empat ponakannya yang melanjutkan tongkat estafet pelaksanaan kegiatan pabrik.

Setelah itu produksi semakin meningkat sehingga dibutuhkan pengiriman yang cepat waktu. Pada saat itu armada pengiriman menggunakan kereta kuda, yang kecepatannya sangat terbatas. Sehingga manajemen memutuskan untuk mengganti armada pengiriman dengan menggunakan kereta kuda menjadi armada pengiriman dengan menggunakan mobil. Untuk berubah, seringkali kita memerlukan kecepatan.

Walau demikian, cobaan tetap menghampiri pabrik Levi Strauss. Pada tahun 1906, terjadi gempa besar di San Fransisco yang menghancurkan kedua pabrik Levi’s. Seluruh pabrik hancur dan terbakar akibat gempa tersebut, sehingga membuat sedih semua keponakan Levi Strauss.

Tetapi mereka tetap bangkit dan bertekad untuk membangun kembali pabrik yang telah dirintis oleh paman tercinta mereka. Untuk membangun pabrik kembali mereka harus punya modal, namun pada saat itu mereka kekurangan modal. Lalu mereka mendapat ide untuk meminta bantuan dana dari para langganan mereka dengan jaminan mereka akan memberi pakaian jadi kepada langganan sebagai cicilan hutang mereka. Pinjam uang dengan jaminan celana jadi, persis seperti penggadaian saja menurut mereka dan apa ini mungkin pikir mereka. Kemenangan akan datang pada mereka yang membentengi diri dengan kesabaran, dikala mereka terkena musibah.

Tidak lama mereka berhasil mendapat pinjaman dan berhasil membangun pabrik kembali. Dibalik kesulitan, terletak kemudahan. Pembangunan pabrik dilakukan selama beberapa tahun, dan pabrik dibangun di Valencia Street San Fransisco dan masih tetap beroperasi sampai dengan saat ini.

Kemudian mereka merencanakan selanjutnya untuk perkembangan pabrik, untuk itu perlu ada pemimpin yang benar-benar memikirkan perkembangan perusahaan. Maka mereka memilih Walter Hass yang lahir 11 Mei 1889 dan merupakan cicit dari Levi Strauss. Walter Hass anak dari Yacob, keponakan Levi Strauss yang juga berkontribusi mengembangkan pabrik.

Kejayaan Levi’s terjadi pada tahun 1919 pada saat dipimpin Walter Hass, tetapi pada saat resesi dan depresi berat di Amerika pada tahun 1930, menyebabkan tergoncangnya pabrik akibat penurunan penjualan. Pada saat itu terjadi resesi ekonomi yang sangat besar di Amerika, sehingga penjualan menurun dan stok celana di gudang semakin menumpuk.

Karena pusingnya walter Hass, maka dia pergi menonton film Cowboy pada saat itu lagi boomingnya. Lalu muncul ide dia, untuk mempromosikan celana Levi’s melalui film cowboys tersebut. Lalu mulailah celana Levi’s di pergunakan para pemain pada setiap film cowboys di Amerika. Adapun aktor-aktor film cowboys yang mempergunakan celana blue jeans Levi’s yang terkenal seperti :

  • Marlon Brando, pada saat menjadi aktor film The Wild One tahun 1954.
  • James Dean, pada saat menjadi aktor film Rebel Without A Cause tahun 1955.
  • Dan banyak lagi aktor – aktor yang mempergunakan celana Levi’s dan menjadi mode di kalangan remaja Amerika pada saat itu.

Pada tahun 1950, Levi’s mempergunakan distributor untuk menjual produknya ke Jerman, Inggris dan Prancis. Pendapatan Levi’s pada saat itu meningkat pesat dan mencapai sekitar 70 milyard Rupiah per tahun. Kemudian juga Levi’s membuka banyak pabrik di luar Amerika.

Celana Levi’s menjadi trend dan melanda remaja-remaja dan pemuda-pemuda di Tokyo Jepang pada tahun 1970 an dan di seluruh dunia, banyak dipergunakan oleh anak-anak dan orang dewasa pada saat ini. Sekarang Levi’s telah beroperasi di 40 negara dan menjual produknya ke 75 negara dan ada pesan Levi Strauss kepada keponakannya dan kepada cucunya sebelum meninggal adalah:

“Pada dasarnya semua pekerjaan adalah mulia dan punya kesempatan untuk jadi besar sekali, oleh karena itu perlu mengerjakan pekerjaan yang kita kuasai dan dilakukan dengan serius. Kalau sudah serius, maka pada suatu saat hal itu akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan itu terbukti benar.”

Pada tanggal 7 Desember 1979, Walter Hass meninggal dunia pada umur 90 tahun. Hidup ini bukan diukur dari lamanya umur kita, tetapi seberapa besar sumbangan yang telah kita berikan.

Levi Strauss, ia telah membuat seluruh dunia memakai blue jeans dan celana yang awalnya dikenal sebagai celana buruh tambang itu, sekarang menjadi simbol budaya kaum muda dan menjadi trend, dengan model yang selalu berkembang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>